A. Pengertian
Metode Discovery
Metode
discovery merupakan metode pengajaran modern yang dilakukan dengan cara
mengembangkan cara belajar siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan pemahaman
yang lebih baik. Siswa mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri, sehingga
dapat diingat lebih baik. Strategi ini dinamakan strategi penemuan. Siswa
menjadi lebih aktif mencari, memahami, dan menemukan jawaban atau materi
terkait. Siswa juga mampu menganalisa pengetahuan yang diperolehnya kemudian ditransfer
kepada masyarakat.
Langkah-langkah
pembelajaran discovery adalah sebagai berikut:
- identifikasi kebutuhan siswa;
- seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan generalisasi pengetahuan;
- seleksi bahan, problema atau tugas-tugas;
- membantu dan memperjelas tugas atau problema yang dihadapi siswa serta peranan masing-masing siswa;
- mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan;
- mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan;
- memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan;
- membantu siswa dengan informasi atau data jika diperlukan oleh siswa;
- memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi masalah;
- merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa;
- membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.
Kelebihan metode
discovery, yaitu:
- Mengembangkan kognitif siswa dan memperbanyak penguasaan ketrampilan.
- Pengetahuan diperoleh dengan caranya sendiri sehingga menjadi lebih mandiri dan berfikir lebih luas
- Dapat menyesuaikan kemampuan siswa itu sendiri.
- Mengarahkan siswa untuk dapat bergerak maju dan meningkatkan motivasi diri dalam belajar.
- Meningkatkan rasa percaya diri melalui penemuan penemuannya.
- Meningkatkan interaksi antara siswa dengan guru.
Kekurangan metode discovery, antara lain:
- Diperlukan persiapan mental dalam proses belajar ini.
- Metode ini baik untuk kelas kecil.
- Mengejarkan tentang penemuan lebih mementingkan tentang pengertian daripada memperhatikan yang diperolehnya dari ketrampilan dan sikap.
- Ide- ide mungkin sulit ditemukan.
- Tidak semua penemuan menjelaskan pemecahan terhadap masalah.
Metode discovery (penemuan) yang mungkin
dilaksanakan pada siswa SMP adalah metode penemuan terbimbing. Hal ini
dikarenakan siswa SMP masih memerlukan bantuan guru sebelum menjadi penemu
murni. Oleh sebab itu metode discovery (penemuan) yang akan digunakan dalam penelitian
ini adalah metode discovery (penemuan) terbimbing (guided
discovery).
Contoh penerapannya:
Siswa berfikir analisis
untuk meneliti sesuatu contohnya siswa diminta untuk melakukan penelitian
dilapangan dan kemudian dianalisis hasil penemuan tersebut.






0 komentar:
Posting Komentar